RSS

Pluralisme dibalik Sinetron

04 Jun

Beberapa waktu kebelakang saya cukup heran melihat satu judul sinetron yang Islami, tokoh utamanya juga digambarkan sebagai tokoh muslim dengan assesories baju koko dan peci, namun yang membuat saya heran adalah aktor yang memerankan tokoh tersebut adalah seorang Non Islam. Maksudnya apa? Apa sudah tidak ada aktor lain dari kalangan Muslim yang cocok memerankan tokoh itu atau…. Awalnya saya anggap hanya mencari sesasi saja agar sinetronnya laku, tapi kemudian muncul lagi satu judul sinetron yang didalamnya ada tokoh muslimah cantik berjilbab namun lagi-lagi diperankan oleh tokoh Non Muslim. Tanda tanya besar mulai muncul dibenak saya. Jika halnya seperti ini, maka hal ini bukan bagian dari pencarian sensasi belaka namun terlihat adanya tujuan-tujuan tertentu dibelakangnya.
Pluralisme mungkin menjadi latar belakang dari paparan kejadian di atas, bagaimana tidak menyama ratakan agama dan mencampur adukkannya sampai tidak jelas identitas agama atau kepercayaan yang dianut. Paham Pluralisme dan toleransi antara umat beragama tentu sangat jauh berbeda, toleransi sesama umat beragama artinya kita saling menghormati dan menghargai atas kepercayaan masing-masing sangat berbeda dengan pluralisme yang menyamaratakan dan mencampuradukkan agama-agama yang ada. Mungkin bagi agama-agama Non Muslim paham pluralisme sah-sah saja tetapi tidak untuk seorang muslim, menyamaratakan agama, mencampur adukkannya bahkan menganggap semua agama itu benar adalah sebuah pelanggaran akidah. Seperti yang kita tahu dijelaskan dalam Q.S Ibrahim bahwa satu-satu Din yang haq adalah Islam, tidak ada satu agamapun yang Allah ridho’i kecuali Islam. Jikalau paham pluralisme dibenarkan maka seseorang dapat menganut kepercayaan lebih dari satu, hari ini agamanya A besok agamanya B, bahkan dia bisa mengganti Tuhannya setiap jam.
Selain itu di jelaskan juga sebuah Hadist bahwa “Barang siapa yang mengikuti kebiasaan satu kaum maka ia termasuk ke dalam golongan kaum tersebut” jadi jika ada seorang Muslim yang mengikuti kebiasaan umat Non Muslim maka ia termasuk golongan umat tersebut.
Diluar sana ada banyak sekali paham-paham pluralisme disekitar kita yang siap meracuni pikiran kita agar mengikuti kebiasaan mereka, maka hati-hatilah kawan jangan sampai salah melangkah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 4, 2013 in enterpreneur

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: